Gelora yayi tersihir,
sejak tatap mata, kanda.
Mirip laku kembang pare,
tersipu pada tarian
cendrawasih perjaka.
Kanda, hatiku terpukau,
atmamu penuh pesona.
Tak kunyana kau dibenci
ayah ramanda tercinta.
Kukira seorang kakek
lapuk. Pohon tua renta.
Malah perkasa, jantan
Mirip kuda perang. Tangguh.
Anugrah Dewa Semesta.
Kanda, kau tatapi yayi
mirip anak panah tancap
sel jiwa. Matamu elok.
Menyatu di hilir cinta
genggam langkah purnama.
Berlari kencang darahku,
jatuh di pelukan, kanda.
Hidupku teruntuk kasih,
sumpah rama yayi ingkar.
Demi rindu pakai topeng,
meronggeng tipu kakanda.
Andaikan kanda sadar,
aku ini si Pembayun
adalah putri Mataram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar