Kembali, reportoar mental takut
amigdala selewa-lewa
kembalikan kenangan silam
Kembali, datang dan pergi
sesukanya
merambat sampai ke talamus
Kembali, lagi dan lagi
mengendus-ngendus
mengikik di batang telinga
(Kembali, penuhi hippocampus
Yoedha Wirathama
Enjoying
Senin, 31 Maret 2014
Jumat, 21 Maret 2014
Sleman, 22 februari _Indramayu
Asa ibu, bapak pada anaknya
Di sisa waktu bara umurnya
Ingin menjenguk anaknya membawa dunia
Asa ibu,bapak dalam merah waktunya di bukit api ini
Menunggu anaknya membawa berkat sebelum mereka kembali pada-Nya
"Merah hatiku,membiru
saat aku rindu padamu, Ibu.
Biru hatiku,kelabu
saat ingat bara umurmu dalam merah waktu"
Di sisa waktu bara umurnya
Ingin menjenguk anaknya membawa dunia
Asa ibu,bapak dalam merah waktunya di bukit api ini
Menunggu anaknya membawa berkat sebelum mereka kembali pada-Nya
"Merah hatiku,membiru
saat aku rindu padamu, Ibu.
Biru hatiku,kelabu
saat ingat bara umurmu dalam merah waktu"
Dialog Batin
Saat masa lampau diposisikan sebagai masa sekarang, Akal emosional bereaksi menjebak akal rasional.
Nyata, perasaan2 ini amat kuat.Lalu, bayang2 ingatan kala itu tersimpan dalam Hippocampus dan Amigdala merajalela di sirkuit saraf, berjalan dari telinga ke batang otak menuju ke talamus.
(25/02/14_0:15 -Dialog batin).Reportoar mental, Takut.
Nyata, perasaan2 ini amat kuat.Lalu, bayang2 ingatan kala itu tersimpan dalam Hippocampus dan Amigdala merajalela di sirkuit saraf, berjalan dari telinga ke batang otak menuju ke talamus.
(25/02/14_0:15 -Dialog batin).Reportoar mental, Takut.
Langganan:
Postingan (Atom)