Yoedha Wirathama

Enjoying

Senin, 10 Februari 2014

Hanya sebagian

 
Catatan kecil ini,bentuk kenangan dalam tulisan
Catatan kecil ini,menceritakan sebagian memoar
Sebagian,hanya AKU dan TUHAN yang tau
Hanya.

Pentingnya Restu dan Do'a Orang Tua

Segala sesuatunya yg kita inginkan,terkadang belum tentu apa yg orang tua harapkan atas keinginan anaknya. orang tua kita tentunya menginginkan yg terbaik bagi anaknya,dan sebaliknya.
"ada unsur paksaan,rasanya"
Serasa ada kekangan.
Sehingga kita kukuh pada apa yg kita inginkan, tapi itu membuat orang tua kita tidak merestui atas segalanya yg kita harapkan.
"Tetap kukuh,meski melawan alur gagasan"
Ibarat ikan yg mau mencari kehidupan dgn melawan arus, tapi belum tentu pula hidup,bisa juga malah terseret derasnya arus. Dan kemungkinan malah terjerembab di muara penyesalan.
"Yap, restu & do'a orang tua memang penting". Sekuat apa kita, daya upaya usaha kita tetap saja tak berdaya tanpa restu mereka.
Lalu, bagaimana meminta restu & do'a mereka apabila kehendak kita tidak menurut kehendaknya. Tidak mudah memang. "Orang tua masih watir memberikan kebebasan meski sayap-sayap kita siap melepas mengudara bebas ke akasa sanah.
Takut jatuh ke laut mati tuturnya.
Acap kali kita akan menjawab "Kita ini bukan sebangsa Angsa yg tidak bisa terbang tanpa sokongan Angsa-angsa lainnya/kerabat,sanak saudaranya. Yap,memang angsa tidak akan bisa terbang lama mengudara tanpa sokongan rekan-rekannya. "Ini di ibaratkan sokongan tersebut adalah kekuatan do'a & kerestuan.
Biarpun di ibaratkan kita ini Angsa, aku yakin bisa, asal ada usaha/upaya yg tak pernah jerah mau menyerah, asal otak ini masih punya banyak harapan gila, api hidup di dalam jiwa ini akan memberi hidup sang raga. kita pasti bisa mengitari akasa ini, jagat ini, dan menemukan samudera kehidupan dimana cita-cita kita akan membawa dunia ini dengan jemari kita sendiri. "Suatu kebanggan atas pencarian jati diri bilamana temu kehidupan".
yap, hidup ini tidak segampang seperti tepuk tangan. Tapi, kita tetap harus optimis atas gagasan-gagasan yg kukuh itu, asalkan kita kukuhkan pendirian kita dan buktikan melalui tindakan/perbuatan kita yg mencerminkan sikap perwujudan kehendak kita. Yakin,Tuhan akan berkehendak meski alur jalan kehidupan manusia sudah digariskan oleh-Nya. Tapi,yakin juga Tuhan akan senang pada makhluknya yang mau merubah nasib kehidupannya meski takdir tidak merubah apapun. "Terbesit lagi suatu pikiran melintas di benak ini, Restu orang tua,restu Tuhan juga dan Alam akan bereaksi". Yap, memang penting yah Restu & do'a orang tua itu.

^^

 
Dua jemari spesial enggan lepas gayanya memainkan inspirasi tiada batas racun padatan yg tak karuan menyanding secangkir sajian komposisi kafein. Membaur si malam,biru malam. Di lintas kelamnya,sepi,hening jadi obrolan teman. Tentang angin desember di malam, menyibak malu senyum rembulan. Lalu lintas asap mengitari wajah, menyangkut otak segala racunnya saja.
Bukan sugesti,
Kepekaan diuji
Pada angin desember
Hilir di biru malam
Aku seorangan
Tiap ku bergadang
menyanding secangkir komposisi kafein
Aku nikmat sendirian
Sajian pekat
di jiwa gelas kaca
sampai kental sisa ampas
Mengendap di peraduan
Aku nikmat
Aroma kopi pekat
Kecupku lembut perlahan
Aku nikmat melupakan
Angin desember
Dinginnya desir menajam
Heningnya keji menikam
Memagut pekik tubuhku
Aku nikmat
di larut malam
Biar bosan senyum rembulan
di lintas gelap dan kelam
Aku nikmat menjenguk malam
Tak peduli
digigil meriang

Gonjang-ganjing Februari

Gonjang-ganjing februari
pasang tameng, pasang benteng
jejerkan barikade

Gonjang-ganjing februari
nyalakan api hidup
kobarkan obor tirani

Gonjang-ganjing februari
siapkan amunisi
penghancur elegi

(Perang diri_Februari