Yang klasik memang asyik
biar klasik tapi asyik
yang penting !
Yang klasik, berklasik
bikin asyik
yang penting!
Sering diusik, biar! cuekin
dilirik sengit, endah! biarin
jangan disyirikin, yang penting!
Sering dicibirin, tak usah hirauin
terusin saja nikmatin
yang penting!
Diujarin jadul, jangan dipikirin
bisa sakit batin, kerap mungkin
asyik tembangin, yang penting!
Ngakak diketawain, jemuhin
disindirin kuno, wajarin
mikirin yang syirik, nggak penting!
Yoedha Wirathama
Enjoying
Senin, 27 Januari 2014
Angsaku Kulawangsaku

Keblangsak tergelangsar
di bangsal angsa
Waktu ku SMA, waktu itu
Aku punya banyak mereka
Yang kupelihara
Di sebelah balaiku
Keblangsak tergelangsar
Di depan langsai bangsalnya
Mereka mengeak-ngeak
Seperti nelangsa, tapi
Ngakaknya mereka serentak
Pikirku mereka tertawa, padaku
Yang tergelangsar gusar
Karena tersangsang kakiku
Pada telalian sampah
Ternyata, pikirku salah
Keliru pada ngakaknya mereka
Ternyata angsaku berangsangan
Merangsangku menyerangsang
Menyosorku serentakan
Jantan,betina,indukan
Hahaha, aku berlarian dikejar-kejar
Bangsa itik berleher panjang
Melonjak-lonjak kakiku sambil teriakan
Hmm, ternyata
Angsa-angsaku itu
Rerupa seperti kita juga
Pikirku lagi
Mereka bukan gusar marah-marah
Pada majikannya
Angsaku, rupanya
Melindungi anakan mereka
Maksudnya
Angsaku kulawangsaku
Angsaku piaraanku
Bagian keluangsaku
Kamis, 02 Januari 2014
Senyum saja ^^
Penyakitpun terkadang bisa disembuhkan ketika kita bisa fokus pada hal-hal yang positif ternyata.
"didalam tubuh kita mengandung obat paling mujarab untuk mengobati penyakit apapun. Namun,kita hanya dapat memiliki obat ini dengan pikiran yang positif dan humor yang baik.
(Norman Cousins 'Anatomy of Illness')
"didalam tubuh kita mengandung obat paling mujarab untuk mengobati penyakit apapun. Namun,kita hanya dapat memiliki obat ini dengan pikiran yang positif dan humor yang baik.
(Norman Cousins 'Anatomy of Illness')
PEMBUKTIAN UNTUK SETIAP GAGASAN DAN TINDAKAN KITA
PEMBUKTIAN UNTUK SETIAP GAGASAN DAN TINDAKAN KITA
29 November 2010 pukul 18:07
PEMBUKTIAN UNTUK SETIAP
GAGASAN DAN TINDAKAN KITA
Dalam sebuah kehidupan bermasyarakat, strata kehidupan sering jadi acuan untuk menilai seseorang. Penampilan juga termasuk menjadi sorotan. Kemudian muncul pertanyaan seperti ini... dia itu anaknya siapa? orang kaya atau miskin... pergaulanya sama siapa saja? Sekolah apa nganggur... dan pertanyaan-pertanyaan krusial lainya. Dalam bergaul yang kita inginkan adalah terjalinya simbiosis mutualis, ada juga macem kaya“efivit” dan atau “benalu”, jenis orang kaya gini sering kita jumpai dan kadang “menempel” dikehidupan kita. banyak wajah yang kita kenal, ratusan tangan pernah kita jabat, kita genggam, ribuan kali kita disapa dan dilambaikan tangan oleh teman... tetapi hanya beberapa orang yang mengijinkan bahunya sekedar untuk bersandar kala sedih menyambar, yang sudi hatinya untuk sekedar dititipkan rahasia-rahasia kecil perihal kehidupan, yang memberikan “tandu” untuk semangat yang lumpuh, yap mereka adalah sahabat kita. Hidup memang permainan dan kitapun senang bermain walaupun dalam bentuk dan pengertian yang berbeda-beda, politik adalah cara untuk mencapai tujuan, kita berteman merupakan sebuah kebutuhan, pengharapan agar diterima dalam pergaulan, aktualisasi diri mendapatkan perhatian, rival berkompetisi menuju sempurna dalam semua lini kehidupan tetapi bukan sekedar untuk mencukupi prestise dan prestasi semata. Ada rasa persaudaraan yang harus terpancang dalam hati, belajar merasakan kesedihan pun kebahagiaan, dan bekerjasama menggenapi mimpi.
Jika kita dibersarkan dalam keberadaan materi dan kasing sayang yang cukup bahkan lebih, ketika keberadaan itu hilang kitapun dipaksakan keadaan untuk berkesusahan. dan sebaliknya jika keterbatasan yang membesarkan kita, kreatitifitas berkembang serta naluri untuk mengejar keberadaan itu terpatri dalam sanubari. walhasil keberadaan yang kita inginkan kita genggam. Saat menelusuri jalan hidup ini kegagalan dan kesalahan pernah kita lakukan, tapi yang membedakan adalah... pada saat kegagalan itu menerpanya, orang itu pasif menerima apa adanya dan berhenti berusaha. Tetapi ada juga yang pada saat kegagalan itu menghujamnya orang itu aktif menerima dan mengolah, belajar dari kesalahan yang ada kemudian melanjutkan usahanya sampai dia berhasil. Pengalaman selalu menjadi guru yang terbaik jika kita mau belajar dan mengkajinya. Orang besar itu dibenci sekaligus disukai oleh khalayak. Tetapi orang besar itu punya prinsip, punya konsep untuk mimpi-mimpinya, rencana-rencana briliant jangka pendek dan jangka panjang, dan orang besar itu berhati emas tak kenal putus asa.
Kita mungkin pernah dicibir, diragukan kemampuanya, dipandang sebelah mata, bahkan mungkin diturunkankan harga dirinya... sakit memang, ngilu hati ini mendengar dan menyaksikanya. Wajib hukumnya kita membela harga diri kita, karena harga diri adalah pemberian dari Tuhan, hal yang paling asasi yang sudah melekat dalam diri kita sejak lahir, harga diri bukan pemberian manusia dan manusia tidak berhak memberikan label baik atau buruk kepada setiap insan. kapasitas kita hanya cukup menjadikan setiap perbuatan seseorang sebagai catatan dalam hati, agar kita mawas diri. Karena Hidup adalah pembuktian, pembuktian terhadap orang-orang yang telah menyepelekan kita. pembuktian bahwa setiap dari kita punya gagasan dan perbuatan yang berarti untuk dilakukan. Bungkam setiap kesombongan, taklukan setiap tantangan. Ini hidup kita, yakin untuk mimpi kita berjuang untuk membuktikan mimpi kita jadi nyata!
-Jatibarang, 29.11.2010_Dji Ae-
GAGASAN DAN TINDAKAN KITA
Dalam sebuah kehidupan bermasyarakat, strata kehidupan sering jadi acuan untuk menilai seseorang. Penampilan juga termasuk menjadi sorotan. Kemudian muncul pertanyaan seperti ini... dia itu anaknya siapa? orang kaya atau miskin... pergaulanya sama siapa saja? Sekolah apa nganggur... dan pertanyaan-pertanyaan krusial lainya. Dalam bergaul yang kita inginkan adalah terjalinya simbiosis mutualis, ada juga macem kaya“efivit” dan atau “benalu”, jenis orang kaya gini sering kita jumpai dan kadang “menempel” dikehidupan kita. banyak wajah yang kita kenal, ratusan tangan pernah kita jabat, kita genggam, ribuan kali kita disapa dan dilambaikan tangan oleh teman... tetapi hanya beberapa orang yang mengijinkan bahunya sekedar untuk bersandar kala sedih menyambar, yang sudi hatinya untuk sekedar dititipkan rahasia-rahasia kecil perihal kehidupan, yang memberikan “tandu” untuk semangat yang lumpuh, yap mereka adalah sahabat kita. Hidup memang permainan dan kitapun senang bermain walaupun dalam bentuk dan pengertian yang berbeda-beda, politik adalah cara untuk mencapai tujuan, kita berteman merupakan sebuah kebutuhan, pengharapan agar diterima dalam pergaulan, aktualisasi diri mendapatkan perhatian, rival berkompetisi menuju sempurna dalam semua lini kehidupan tetapi bukan sekedar untuk mencukupi prestise dan prestasi semata. Ada rasa persaudaraan yang harus terpancang dalam hati, belajar merasakan kesedihan pun kebahagiaan, dan bekerjasama menggenapi mimpi.
Jika kita dibersarkan dalam keberadaan materi dan kasing sayang yang cukup bahkan lebih, ketika keberadaan itu hilang kitapun dipaksakan keadaan untuk berkesusahan. dan sebaliknya jika keterbatasan yang membesarkan kita, kreatitifitas berkembang serta naluri untuk mengejar keberadaan itu terpatri dalam sanubari. walhasil keberadaan yang kita inginkan kita genggam. Saat menelusuri jalan hidup ini kegagalan dan kesalahan pernah kita lakukan, tapi yang membedakan adalah... pada saat kegagalan itu menerpanya, orang itu pasif menerima apa adanya dan berhenti berusaha. Tetapi ada juga yang pada saat kegagalan itu menghujamnya orang itu aktif menerima dan mengolah, belajar dari kesalahan yang ada kemudian melanjutkan usahanya sampai dia berhasil. Pengalaman selalu menjadi guru yang terbaik jika kita mau belajar dan mengkajinya. Orang besar itu dibenci sekaligus disukai oleh khalayak. Tetapi orang besar itu punya prinsip, punya konsep untuk mimpi-mimpinya, rencana-rencana briliant jangka pendek dan jangka panjang, dan orang besar itu berhati emas tak kenal putus asa.
Kita mungkin pernah dicibir, diragukan kemampuanya, dipandang sebelah mata, bahkan mungkin diturunkankan harga dirinya... sakit memang, ngilu hati ini mendengar dan menyaksikanya. Wajib hukumnya kita membela harga diri kita, karena harga diri adalah pemberian dari Tuhan, hal yang paling asasi yang sudah melekat dalam diri kita sejak lahir, harga diri bukan pemberian manusia dan manusia tidak berhak memberikan label baik atau buruk kepada setiap insan. kapasitas kita hanya cukup menjadikan setiap perbuatan seseorang sebagai catatan dalam hati, agar kita mawas diri. Karena Hidup adalah pembuktian, pembuktian terhadap orang-orang yang telah menyepelekan kita. pembuktian bahwa setiap dari kita punya gagasan dan perbuatan yang berarti untuk dilakukan. Bungkam setiap kesombongan, taklukan setiap tantangan. Ini hidup kita, yakin untuk mimpi kita berjuang untuk membuktikan mimpi kita jadi nyata!
-Jatibarang, 29.11.2010_Dji Ae-
YAPYAP
Di saat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya...
Di saat kamu mulai tidak mencintainya, ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya...
Di saat kamu mulai bosan dengannya, ingatlah selalu saat terindah bersamanya...
Di saat kamu ingin menduakannya, bayangkan jika dia selalu setia...
Di saat kamu ingin membohonginya, ingatlah saat dia jujur padamu...
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu, jangan sampai di saat dia sudah tidak disisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu...
Yang indah hanya sementara...
Yang ikhlas hanya dari hati...
Yang tulus hanya dari sanubari...
Tidak mudah mencari yang hilang...
Tidak mudah mengejar impian...
Yang lebih susah adalah mempertahankan yang ada, karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga...
Pepatah:
“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”
Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif...
Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas.
Di saat kamu mulai tidak mencintainya, ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya...
Di saat kamu mulai bosan dengannya, ingatlah selalu saat terindah bersamanya...
Di saat kamu ingin menduakannya, bayangkan jika dia selalu setia...
Di saat kamu ingin membohonginya, ingatlah saat dia jujur padamu...
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu, jangan sampai di saat dia sudah tidak disisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu...
Yang indah hanya sementara...
Yang ikhlas hanya dari hati...
Yang tulus hanya dari sanubari...
Tidak mudah mencari yang hilang...
Tidak mudah mengejar impian...
Yang lebih susah adalah mempertahankan yang ada, karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga...
Pepatah:
“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”
Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif...
Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas.
Terbayang
kematian
wajar
tapi ketakutan
Matinya jiwa
dikontrol rokok
dikatrol kopi
yg tiap hari
sejoli kukonsumsi
Aku takut
memoarku berada
di tangan
bukan Tuhan
Tapi,
aku percaya
bara umurku
dipegang yg benar
tidak ada wakil Tuhan
Tapi,
memang riwayat mereka
adalah pembunuh
adalah predator
yg mematikan
tertipu pada bentuknya
padatan dan cairan
sempurna dalam paduan
komposisi dengan batangan
berkolaborasi
rerupa dipandang
racun-racun tak karuan
salah siapa coba
mereka ada
benar anehnya mereka tenar
diperbincangkan
segala riwayatnya
diperhatikan
dan jadi jempolan
Devisa Negara
memang gila
bagi yg kontra
sudah gila
semua yg pro
Naas
yg menjadi korban
kematian
wajar
tapi ketakutan
Matinya jiwa
dikontrol rokok
dikatrol kopi
yg tiap hari
sejoli kukonsumsi
Aku takut
memoarku berada
di tangan
bukan Tuhan
Tapi,
aku percaya
bara umurku
dipegang yg benar
tidak ada wakil Tuhan
Tapi,
memang riwayat mereka
adalah pembunuh
adalah predator
yg mematikan
tertipu pada bentuknya
padatan dan cairan
sempurna dalam paduan
komposisi dengan batangan
berkolaborasi
rerupa dipandang
racun-racun tak karuan
salah siapa coba
mereka ada
benar anehnya mereka tenar
diperbincangkan
segala riwayatnya
diperhatikan
dan jadi jempolan
Devisa Negara
memang gila
bagi yg kontra
sudah gila
semua yg pro
Naas
yg menjadi korban
Acap kali
sehat memang mahal
tapi seringkali
tak sadar
membayar sakit lebih mahal
Padat racun
dalam batangan
merusak memoar
membayar kematian
dengan mahal
Sadar
tapi sekedar
sehat memang mahal
tapi seringkali
tak sadar
membayar sakit lebih mahal
Padat racun
dalam batangan
merusak memoar
membayar kematian
dengan mahal
Sadar
tapi sekedar
menyangkut
di otak saja
lalu
Buyar
di otak saja
lalu
Buyar
larut
dalam peraduan
dalam peraduan
nikmatnya
komposisi kafein
Di jiwa gelas kaca
kental mengendap
kental mengendap
tinggalkan aroma penyesalan
mengarus darah
di peraduan
mengarus darah
di peraduan
JENUH MENAWAN
Seperti ampas kopi
mengendap di jiwa gelas kaca
kental dan pekat
beraroma jenuh nan bosan
menawan
Lintas asap sibuk meraut wajah
segala racunnya sekedar diingat saja
urung bosan di kontrakan, sendirian
menjulang tegukan
harum jenuh yang menawan
Bosan !
mengendap di peraduan ruas kecil
semacam kosan(kontrakan)
butuh hiburan
rerupa kawan
nikmati bersamaan
Sajian stok cemilan
komposisi larutan
yang aku simpan
sengaja disisahkan
untuk cadang makanan
Sambil menunggu malam
yang aku
tawar duluan
sebagai
bahan obrolan
Setiap ku bergadang
menjenguk malam
menelan malam
menyibak malu
senyum rembulan
Di tirai gelap
kelam
di bulan
Desember
tiap malam
mengendap di jiwa gelas kaca
kental dan pekat
beraroma jenuh nan bosan
menawan
Lintas asap sibuk meraut wajah
segala racunnya sekedar diingat saja
urung bosan di kontrakan, sendirian
menjulang tegukan
harum jenuh yang menawan
Bosan !
mengendap di peraduan ruas kecil
semacam kosan(kontrakan)
butuh hiburan
rerupa kawan
nikmati bersamaan
Sajian stok cemilan
komposisi larutan
yang aku simpan
sengaja disisahkan
untuk cadang makanan
Sambil menunggu malam
yang aku
tawar duluan
sebagai
bahan obrolan
Setiap ku bergadang
menjenguk malam
menelan malam
menyibak malu
senyum rembulan
Di tirai gelap
kelam
di bulan
Desember
tiap malam
Pesona Semesta
Biarpun kelam berselimut ceria
Biarpun duka pilu terasa
Biarpun nestapa bersanjung jua
Biarpun mentari malu berjumpa
Biarpun bintang enggan berpijar
Biarpun rembulan redup menderang
Biarpun bumi berhenti berputar
Biarpun ombak membelah lautan
Biarpun gunung mengguncang ria
Karena ini pesona semesta
Biarpun nestapa bersanjung jua
Biarpun mentari malu berjumpa
Biarpun bintang enggan berpijar
Biarpun rembulan redup menderang
Biarpun bumi berhenti berputar
Biarpun ombak membelah lautan
Biarpun gunung mengguncang ria
Karena ini pesona semesta
Angsa
Bukan Ayam bukan pula Merpati, tapi Angsa.
Suatu saat, Ia kan dapat terbang kembali mengitari akasa sana,mengarungi
lautan samudera dan mampu lepas dari keterbatasan; keluar dari
Tirani-benteng yang membatasi kemampuannya bersama karakter kuatnya
walaupun ia tertinggal jauh terpisah dari kelompoknya. Sebab ia tak bisa
lepas dari kelompok-kelompoknya yang mampu memberinya kekuatan. ia
pasti kan memutar balik paradigma-paradigma yang meracuni akal pikirnya.
ia kan temukan kelompoknya kembali. ia, kan cari sampai temu tempat
singgahana yang penuh dengan kehidupan. tempat dimana ia merasa bebas,
merasakan kebebasan seutuhnya. ^^


Langganan:
Postingan (Atom)