Tinggal waktu separuh malam
Masih aku memeluk bumi
Rintik hujan menggerimis hati
Bak saksi jiwa menduka
Ikut langit seakan tau
Jiwa meronta merintih tangis
Menelan pahit Realita
Air mata tumpuan duka
Manis-manis serasa
Pahit-pahit kurasa
Tertegun akan nestapa
Menanti hadir akan bahagia
Kemana ia akan kucari
Dalam do’a yang mencitra
Mungkin akan kubuat sendiri
Kiranya jiwa tegar kembali
Yoedha Wirathama
Enjoying
Sabtu, 10 Maret 2012
Minggu, 04 Maret 2012
Kesanmu Pesonamu
Sedari dulu aku rasa
Sedari dulu ingin kutanya
Tentang Aku yang dirasa
Kala jumpa saat pertama
Duhai dirimu oh juwita
Semakin lama jelas kurasa
Semakin dirasa rindu bergelora
Nurani terguncang
Tak sanggup dirasa untuk bersandiwara
Gelora cinta kini smakin membara
Bertumpu didada
Asmara oh asmara
Terjerat aku olehmu
Rindu oh rindu
Kini aku terbelunggu
Olehnya oh Juwita
Sedari dulu ingin kutanya
Tentang Aku yang dirasa
Kala jumpa saat pertama
Duhai dirimu oh juwita
Semakin lama jelas kurasa
Semakin dirasa rindu bergelora
Nurani terguncang
Tak sanggup dirasa untuk bersandiwara
Gelora cinta kini smakin membara
Bertumpu didada
Asmara oh asmara
Terjerat aku olehmu
Rindu oh rindu
Kini aku terbelunggu
Olehnya oh Juwita
Teroris Cinta
Aku Teroris
Teroris berlingkar Asa
Harapku akan dirimu
Ntuk jd belahan jiwaku
Aku Teroris
Teroris dirimu
Karenamu aku merindu
Kini aku terbelunggu
Aku Teroris
Teroris hatimu
Sudihlah hadir belahan jwaku
Mengisi malamku dalam mimpi
Kiranya aku bertahta dihatimu
Oh kidung
Nyanyikan malam senandung rindu
Senandung rinduku, rindu padanya
Sampaikan salam terorku ini
Teror CINTAKU kepadanya
Adakah jawabnya
Teroris berlingkar Asa
Harapku akan dirimu
Ntuk jd belahan jiwaku
Aku Teroris
Teroris dirimu
Karenamu aku merindu
Kini aku terbelunggu
Aku Teroris
Teroris hatimu
Sudihlah hadir belahan jwaku
Mengisi malamku dalam mimpi
Kiranya aku bertahta dihatimu
Oh kidung
Nyanyikan malam senandung rindu
Senandung rinduku, rindu padanya
Sampaikan salam terorku ini
Teror CINTAKU kepadanya
Adakah jawabnya
Kamis, 01 Maret 2012
Kala Duka Menyapa
Bersahajakah saat datang
Karenanya bahagia melenyap
Insan mana yang ingin
Tapi ini bumbu hidup
Ada Duka
Suka pun ada
Kendatinya menyaut penuh hisak
Tangispun menjadi
Jiwapun meronta
Luka menduka
Kala menyapa
Karenanya bahagia melenyap
Insan mana yang ingin
Tapi ini bumbu hidup
Ada Duka
Suka pun ada
Kendatinya menyaut penuh hisak
Tangispun menjadi
Jiwapun meronta
Luka menduka
Kala menyapa
Langganan:
Postingan (Atom)