Seperti ampas kopi
mengendap di jiwa gelas kaca
kental dan pekat
beraroma jenuh nan bosan
menawan
Lintas asap sibuk meraut wajah
segala racunnya sekedar diingat saja
urung bosan di kontrakan, sendirian
menjulang tegukan
harum jenuh yang menawan
Bosan !
mengendap di peraduan ruas kecil
semacam kosan(kontrakan)
butuh hiburan
rerupa kawan
nikmati bersamaan
Sajian stok cemilan
komposisi larutan
yang aku simpan
sengaja disisahkan
untuk cadang makanan
Sambil menunggu malam
yang aku
tawar duluan
sebagai
bahan obrolan
Setiap ku bergadang
menjenguk malam
menelan malam
menyibak malu
senyum rembulan
Di tirai gelap
kelam
di bulan
Desember
tiap malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar