Yoedha Wirathama

Enjoying

Sabtu, 14 Desember 2013

"Narasi dari tentang semuanya"

Kala terjaga dilelapnya malam, termangu aku dalam lamunan mendungnya langit malam. Aku dijejak sepi, berjalan diantara keheningan di bawah nyiur melambai pelan. Aku dijejak sepi, berteman sepi,sunyi menggali. langit kelam elegan temani. Lamunku
"Seperti pelangi mewarnai lazuardi, selepas dari kesenduan
indah mewarnai.Seperti pelangi Aku pun ingin.bukan diwarnai
Temu arti jagat ini."
Serasa kurasa, sorot mata tatap kedepan seakan langit tiada kemilaunya. sedari dulu yang berada, hanya tinggal duka lara. jalan semakin gelap tak bercelah, yang kucari belum kutemu ramu-ramu yang menjadi kehidupan nanti. Seperti serasa; asa melesap di bukit api, mati tak ber-api. "Adakah peduli selain diri? ketika elegi mengusik diri,elegiku sendiri,elegan menemani. Aku dijejak sepi; seperti ditinggali, seperti diracuni elegiku sendiri. Api hidup serasa mati. Serasa, seperti; satu asa terkaram, api hidup teremang-remang suram kelam dalam temaraman penyesalan yang tak terobati.
Aku terabaikan dalam lejuknya; hiruk, pikuk kutengguk tersudut menikmati ngilunya sendi-sendi hidup ini. tinggalah sesal yang mengurung tak terbendung, haru deru bergeming, jerit tangis menghampa lara, keluh kesahku  yang  menyalahkan diri. "perjalanan hidupnya jiwa"
Kucumbui sendiri lara batin ini. terhempas asa menari kelu direntang hari berlalu yang tak ternuai mimpi-mimpi ini. jiwa menggeliat; air mata tumpuan duka, manis-manis serasa, pahit-pahit kurasa luka duka nestapa. mungkin akan kubuat ramu sendiri "kebahagiaan" mencitra, agar jiwa tegar kembali.
^^ Meniti kembali perjalanan hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar