Langit padang berganti kelam
Awan hitam kian mencekam
Aku berkata pada sang malam
Kemana bintang dan rembulan
Yang slalu temani dewi malam
Sampai pagi mulai menjelang
Gemuruh angin semakin terdengar
Naungan kilat keras menggelegar
Memecah awan yang kian menghitam
Sejenak padangkan langit mencekam
Langitpun menangis
Melambangkan kesedihan
Teruntuk bumi yang menua
Air mata langit deras berderai
Hidupkan molekul-molekul biota
Aku menunggu
Gumamku pada penjaga malam
Aku sendiri disini kesepian
Tiada teman serupa insan
Masih ku menunggu
Deras hujan semakin reda
Kodokpun bernyanyi ria
Ikuti iramaku yang bergembira
Kala hujan reda
Meramaikan kesunyian
Ditengah keheningan menghampiriku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar